Trakindo Raih Asia Responsible Entrepreneurship Awards 2015


PT Trakindo Utama (Trakindo), penyedia solusi alat berat Caterpillar, meraih penghargaan berskala internasional Asia Responsible Entrepreneurship Awards (AREA) 2015 untuk kategori Investment in Peopleatas program Cooperative (Coop) Trakindo secara berkelanjutan sebagai salah satu inisiatif tanggung jawab sosial dalam memajukan kualitas pendidikan nasional Indonesia yang berbasis berkarakter. 

Melalui penghargaan ini,program Coop Trakindo dinilai berhasil melahirkan generasi terampil dalam bidang alat berat secara berkelanjutan dan menunjukkan komitmen perusahaan kepada pengembangan karyawan, calon karyawan, termasuk mitra kerjanya.

Pendidikan adalah salah satu pilar utama Trakindo dalam melakukan kegiatan tanggung jawab sosial. Pada jenjang pendidikan menengah dan tinggi, Trakindo menerapkan program Coop bersama-sama dengan 15 institusi pendidikan yang tersebar di seluruh Indonesia, yaitu sembilan SMK dan enam Politeknik.

Trakindo memelopori pengembangan kurikulum alat berat yang telah disahkan menjadi kurikulum nasional di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sejak tahun 1996. Program ini meliputi materi pembelajaran, sarana pendukung, pelatihan soft skill, pelatihan kerja bagi siswa/mahasiswa serta pelatihan teknik para pengajar.

Trakindo berterima kasih atas dukungan dari seluruh pihak dalam menyukseskan program Coop ini hingga diraihnya penghargaan AREA 2015 ini. Sebagai warga dunia usaha, Trakindo berperan aktif dalam pembangunan Indonesia, diantaranya melalui pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.

Keahlian dan pengalaman yang didapatkan oleh para siswa/mahasiswa dalamprogram Coop Trakindo menjadikan mereka memiliki kompetensi lebih yang mampu menjawab tantangan lapangan pekerjaan. Sejak tahun 2000, lebih dari 2.500 lulusan bidang studi alat berat telah bekerja di industri alat berat dan industri lain yang berkaitan, dan 60% dari mereka bekerja di Trakindo.

Asia Responsible Entrepreneurship Awards (AREA) merupakan ajang penghargaan yang diselenggarakan oleh Enterprise Asia untuk memberikan pengakuan kepada perusahaan-perusahaan di Asia atas komitmen mereka terkait program tanggung jawab sosial perusahaan secara berkelanjutan dalam beberapa kategori, yaitu: Social Empowerment Award, Investment in People Award, Green Leadership Award, Health Promotion Award, SME CSR Awarddan Responsible Business Leader Award.

PT Trakindo Utama
PT Trakindo Utama adalah penyedia solusi alat berat Caterpillar yang berkelas dunia di Indonesia. Alat berat yang Trakindo distribusikan terdiri dari machine dan engine. PT Trakindo Utama didirikan pada tahun 1970 oleh pencetusnya, AHK Hamami. Trakindo menjadi dealer resmi untuk Caterpillar di tahun 1971. Didukung dengan fasilitas yang berkelas internasional dan jaringan yang luas di lebih dari 60 cabang di seluruh Indonesia, Trakindo siap melayani dan memajukan seluruh pelanggannya dari Sabang sampai Merauke. Dukungan alat berat yang dimiliki Trakindo diperuntukkan bagi industri pertambangan, konstruksi, kehutanan dan perkebunan, kelautan, minyak dan gas, serta kelistrikan.


DARI BANDUNG UNTUK DUNIA



Bandung akan jadi panggung politik juga budaya pada 19-23 April 2015. Peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-60 digelar, berisi pertemuan antarpetinggi negara, telusuri sejarah hingga atraksi budaya.

Sebagian kegiatan memang akan dilakukan di Jakarta. Namun, puncaknya berlangsung di Bandung, lokasi penyelenggaraan KAA pertama 1955. Mereka akan berjalan bersama menelusuri jejak sejarah di sepanjang Jalan Asia-Afrika pada 24 April 2015 mendatang, pawai budaya yang juga diikuti perwakilan negara sahabat.

"Ini forum yang bisa memberi panggung agar Bandung tidak hanya menjadi macan Indonesia, tetapi juga macan dunia. Kalau jadi kenyataan, teman-teman mahasiswa nantinya akan menjadi aktor utama untuk menjalin hubungan di bidang budaya dalam kerangka second track diplomacy karena pemerintah tidak mungkin bisa melakukannya sendirian," kata Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Kementerian Komunikasi dan Informatika Freddy H Tulung dalam seminar Reaktualisasi Spirit Konferensi Asia Afrika di Kampus Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Padjadjaran, Jatinagor, Kamis (12/3).

Ulang era kejayaan

Pembelajaran dari KAA, kata Ketua Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Yuliandre Darwis, Indonesia sempat sangat dihormati dunia internasional. Era kejayaan itu mestinya bisa diulang berbekal kreativitas, yang menjadi penanda utama identitas anak muda Indonesia, terutama Bandung.

"Generasi muda harus mulai bertindak sebagai kreator, bukan hanya sebagai pengikut. Banyak kerugian yang timbul saat bangsa ini tidak kreatif, salah satunya kehilangan pendapatan potensial dari pemanfaatan media sosial buatan asing. Tanpa sadar, Youtube sudah menghasilkan Rp1 triliun dari iklan dari Indonesia saja, tanpa bayar pajak. Jadi, jangan hanya menjadi bangsa follower tanpa bisa melakukan sesuatu yang kreatif," tukas Yuliandre.

Berdampak nyata

Arif, mahasiswa jurusan Jurnalistik Fikom Unpad angkatan 2009, menegaskan peringatan KAA semestinya berdampak pada penaikan derajat kesejahteraan masyarakat. "Tidak jauh dari lokasi utama penyelenggaraan, masih ada sejumlah masyarakat yang tinggal dengan kondisi tidak layak. Hal itu patut menjadi perhatian mengingat kondisi serupa juga banyak ditemui di negara-negara lain di belahan Asia-Afrika. Penyelenggaraan konferensi ini harus berdampak ke masa depan," tegas Arif.

Hal senada juga diungkapkan Freddy. Ada makna mendalam dari sekadar nostalgia masa lalu, semangat KAA yang tecermin dalam Dasa Sila Bandung sangat relevan menjawab permasalahan negara-negara Asia-Afrika saat ini. "Utamanya berkaitan dengan perjuangan kemerdekaan karena nyatanya kemerdekaan politik yang diraih belum diikuti oleh kemerdekaan bangsa dari sisi ekonomi dan budaya. Kemiskinan masih menjadi masalah dunia yang cukup besar, kita mencoba untuk menerapkan kembali nilai-nilai dari Dasa Sila Bandung yang spiritnya mencerminkan toleransi untuk hidup damai dengan tetangga," sahut Freddy.

Tiga dokumen

Indonesia, kata Freddy, menargetkan konferensi tahun ini bisa menghasilkan tiga dokumen penting. Pertama, Bandung Message yang berisi konten-konten yang mengarah pada peningkatan solidaritas politik, ekonomi, dan budaya antarnegara Asia dan Afrika.

Dokumen kedua direncanakan berisi pembahasan tindak lanjut peringatan KAA ke-50 lalu terkait kerja sama dalam delapan sektor utama yang meliputi kontraterorisme, kejahatan transnasional, keamanan

pangan, keamanan energi, usaha kecil dan menengah, pariwisata, jejaring pembangunan universitas di Asia-Afrika, kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.

Dokumen ketiga yang tidak kalah pentingnya ialah Deklarasi Palestina yang akan berisi dukungan untuk kemerdekaan penuh Palestina dan pemenuhan hak-hak dasar warga negaranya. Jika seluruhnya tercapai, peringatan KAA diharapkan akan memberikan maslahat bagi Indonesia juga dunia.

Sumber : http://www.mediaindonesia.com/mipagi/read/9303/Dari-Bandung-untuk-Dunia/2015/03/15

DENGARKAN SUARA ASIA AFRIKA



Gagasan inti Gerakan Selatan-Selatan, yaitu kesejahteraan, solidaritas, dan stabilitas negara-negara Asia-Afrika, disepakati untuk dihidupkan kembali.

MASYARAKAT dunia diminta mendengar seluruh keputusan yang dihasilkan dalam Konferensi Asia Afrika (KAA). Apalagi, KAA merupakan pertemuan antarnegara terbesar di luar kerangka Perserikatan BangsaBangsa.

Presiden ketujuh RI Joko Widodo menegaskan seruan itu saat menyampaikan pidato penutupan KAA 2015 di Jakarta Convention Center, kemarin.

“Suara-suara di pertemuan ini mewakili suara Asia dan Afrika. Dengan demikian, masyarakat dunia harus mendengarkan suara dan keputusankeputusan yang sudah kami buat selama konferensi ini,” kata Presiden.

Selama dua hari penyelenggaraan pertemuan tingkat tinggi, negara-negara peserta KAA 2015 telah menghasilkan langkah-langkah konkret dalam memperkuat dan memajukan tatanan dunia yang lebih damai dan adil, be kerja menuju pencapaian kerja sama yang saling menguntungkan, menjembatani kesenjangan pembangunan, mewujudkan kemerdekaan Palestina, dan memastikan ke tersediaan keuangan untuk pembangunan infrastruktur, antara lain me lalui Infrastructure Asia Investment Bank.

KAA juga telah berha sil meng adopsi tiga dokumen hasil penting, yaitu Bandung Message, Deklarasi Kemitraan Strategis Asia Afrika yang baru, dan Deklarasi Palestina.

KAA juga telah se pakat untuk menghidupkan kembali gagasan inti dari Gerakan Selatan-Selatan, yaitu kesejahteraan, solidaritas, dan stabilitas negara-negara Asia-Afrika.

“Kami juga telah sepakat untuk membentuk jaringan pusat penjaga perdamaian di dua wilayah untuk memfasilitasi kerja sama pembangunan kapasitas sumber daya manusia,” tukas Jokowi.

Dalam kesempatan itu, Presiden Zimbabwe Robert Mugabe menyatakan semua hasil Konferensi Asia Afrika tertanam dalam tiga dokumen utama dan berharap para peserta menyepakati bahwa KAA 2015 merupakan event yang sukses, yang diilustrasikan de ngan keha diran peserta dari pemimpin di dua wilayah itu.

“Kesuksesan digambarkan dengan semangat pembebasan Palestina di semua sesi, tidak ada keraguan konferensi bersejarah ini, seperti saat pertama kali digelar pada 1955,” ujar Presiden Mugabe. Selain itu, Bandung juga ditetapkan sebagai ibu kota so lidaritas Asia Afrika dan sebuah pusat kajian Asia Afrika atau Asian African center akan dibangun di Indonesia.

Sebagai puncak peringatan ke-60 tahun KAA, setidaknya 22 kepala negara atau wakil ke pala negara dari negara-negara Asia dan Afrika dijadwal kan mengikuti Bandung Historical Walk hari ini.

“Ke-22 VVIP itu akan berbaur dengan ratusan delegasi lain setingkat menteri dan pejabat tinggi,” kata Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kemen terian Luar Negeri Yuri Octavian Thamrin di Media Cen ter KAA, Jakarta Convention Center, kemarin.

Hari ini juga dijadwalkan penandatanganan Bandung Messages secara simbolis di Gedung Merdeka, Bandung, oleh Presiden Jokowi sebagai tuan rumah, Presiden Tiongkok Xi Jinping sebagai wakil Asia, dan Raja Swaziland Mswati III sebagai wakil Afrika. (Nov/Pra/ Hym/Kim/X-7)

EMAIL donny@mediaindonesia.com interupsi@mediaindonesia.com
MI/24/04/2015/Halaman 1  www.mediaindonesia.com

JOKOWI DESAK REFORMASI PBB


Lima negara pemegang hak veto di DK PBB dinilai sudah tidak mewakili kepentingan semua bangsa.


PRESIDEN ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo kembali menunjukkan kapasitas kepemimpinan di panggung internasional.Sehari setelah menyerukan agar penjajahan di Palestina diakhiri, Jokowi mengkritik keras Perserikatan BangsaBangsa (PBB).

Dalam pidato pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Afrika, di Jakarta Convention Centre, kemarin, Presiden menilai PBB tidak adil dalam memberi peluang kemerdekaan kepada semua negara.Palestina, misalnya. Lembaga keuangan global pun hanya dikendalikan sebagian kecil negara makmur. Ketimpangan ekonomi menyebar. Karena itu, Jokowi mendesak reformasi PBB.

“Kita bangsa-bangsa di AsiaAfrika mendesak. Mendesak reformasi PBB agar berfungsi secara optimal sebagai badan dunia yang mengutamakan keadilan bagi kita semua, bagi semua bangsa,“ tegas Jokowi.

Fungsi PBB yang belum optimal itu, lanjut Presiden, ialah dalam hal mengakhiri konflik Palestina. Dunia, katanya, tak berdaya menyelesaikan konflik di negeri jajahan Israel itu. “Kita tidak boleh berpaling dari penderitaan rakyat Palestina. Kita harus terus berjuang bersama mereka. Kita harus mendukung lahirnya sebuah negara Palestina yang merdeka!“ Tepuk tangan para delegasi pun membahana.

Seruan Jokowi direspons positif pemimpin dunia. Dalam pertemuan bilateral dengan Jokowi, PM Jepang Shinzo Abe menyatakan mendukung langkah reformasi badan yang berpusat di New York, AS, itu.

“Jepang sepakat reformasi PBB diperlukan,“ kata Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto yang mendampingi Presiden dalam pertemuan itu. Di samping itu, lanjut Andi, Jepang dan Indonesia sepakat membahas lebih jauh kerja sama SelatanSelatan untuk meningkatkan stabilitas serta kesejahteraan Asia-Afrika.

Presiden Zimbabwe Robert Mugabe pun menyerukan pentingnya keseimbangan PBB demi terwujudnya tatanan dunia berkeadilan. Perluasan Perluasan keanggotaan Dewan Keamanan (DK) PBB dilaporkan menjadi `bola panas' di meja diskusi KTT Asia Afrika.

Perluasan ini dianggap sebagai salah satu pintu masuk reformasi di tubuh PBB. Indonesia dan sejumlah negara AsiaAfrika mendukung usulan penambahan anggota DK PBB ini. Bahkan, menurut Menlu RI Retno LP Marsudi, aksi saling dukung untuk menjadi anggota tidak tetap DK PBB terjadi. Salah satunya saat Indonesia dan Mongolia menyatakan saling mendukung untuk menjadi anggota tidak tetap DK PBB.

Saling dukung juga berlangsung antara Indonesia dan Swedia. Menlu Swedia Margot Wallstrom mengatakan kedua negara sepakat saling mendukung untuk mendapatkan posisi anggota tidak tetap DK PBB. Dukungan untuk Indonesia menjadi DK PBB juga datang dari Nepal.

Utusan Khusus Pemerintah Thailand, Kobsak Chutikul, memandang lima pemegang veto di DK PBB, yaitu Inggris, Prancis, Rusia, AS, dan Tiongkok, sudah tidak mewakili kepentingan semua bangsa. Karena itu, semestinya direformasi.


(Fox/Pra/Hym/Nov/X-7) arif_hulwan @mediaindonesia.com


Kirimkan tanggapan Anda atas berita ini melalui e-mail: interupsi@mediaindonesia.com Facebook: Harian Umum Media Indonesia Twitter: @MIdotcom Tanggapan Anda bisa diakses di metrotvnews.com

JOKOWI AJAK KERJA SAMA ATASI TANTANGAN GLOBAL


Kita dan dunia masih berutang kepada rakyat Palestina.Dunia tidak berdaya menyaksikan penderitaan rakyat Palestina yang hidup dalam ketakutan.

PRESIDEN RI Joko Widodo membuka secara resmi per ingatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) di Jakarta, kemarin. Dalam pidatonya, Jokowi menekankan sejumlah poin penting, di antaranya mendukung kemerdekaan Palestina, mendorong reformasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan meningkatkan kerja sama untuk menghadapi tantangan global.

Berikut pidato lengkap Jokowi.

“Yang terhormat pemimpin negara dan pemerintahan, pemimpin delegasi. Yang terhormat, Jusuf Kalla, Megawati, BJ Habibie, Try Sutrisno, dan Hamzah Haz.

Atas nama rakyat dan pemerintah Indonesia, saya ucapkan selamat datang di Indonesia, negara penggagas dan tuan rumah KAA 1955.Enam puluh tahun lalu, Bapak Bangsa kami, Presiden Soekarno, Bung Karno, mencetuskan gagasan tersebut demi membangkitkan kesadaran bangsa-bangsa Asia dan Afrika untuk mendapatkan hak hidup sebagai bangsa merdeka yang menolak ketidakadilan, yang menentang segala bentuk imperialisme.

Enam puluh tahun lalu, solidaritas Asia-Afrika, kita kumandangkan untuk memperjuangkan kemerdekaan.Untuk menciptakan kesejahteraan dan untuk memberi keadilan bagi rakyat kita.Itulah gelora KAA 1955. Itulah esensi semangat Bandung.

Kini, 60 tahun kemudian, kita kembali bertemu di negeri ini, di Indonesia, dalam suasana dunia yang berbeda, bangsa-bangsa terjajah telah merdeka dan berdaulat, namun perjuangan kita belum selesai.

Yang mulia para hadirin sekalian, dunia yang kita warisi sekarang masih sarat dengan ketidakdilan, kesenjangan, dan kekerasan global, cita-cita bersama mengenai lahirnya sebuah peradaban baru, sebuah tatanan dunia baru berdasarkan keadilan, kesetaraan, dan kemakmuran masih jauh dari harapan.

Ketidakadilan dan ketidakseimbangan global masih , terpampang di hadapan kita.

Ketika negara-negara kaya yang hanya sekitar 20% penduduk dunia, menghabis, kan 70% sumber daya bumi, ketidakadilan menjadi nyata.

Ketika ratusan orang di belahan bumi sebelah utara menikmati hidup superkaya, sementara 1,2 miliar penduduk dunia di sebelah selatan , tidak berdaya dan berpeng hasilan kurang dari US$2 per hari, ketidakadilan semakin , kasatmata.

Ketika ada sekelompok negara kaya merasa mampu mengubah dunia dengan menggunakan kekuatannya, ketidakseimbangan global jelas membawa sengsara yang semakin kentara ketika PBB tidak berdaya. i Aksi-aksi kekerasan tanpa . mandat PBB, seperti kita sak sikan, telah menafikan ke beradaan badan dunia yang , kita miliki bersama itu. Oleh karena itu, kita bangsa-bangsa di Asia-Afrika mendesak re, formasi PBB. Agar berfungsi secara optimal sebagai badan dunia yang mengutamakan keadilan bagi kita semua, bagi semua bangsa.

Bagi saya, ketidakadil an global terasa semakin menye sak dada. Ketika semangat Bandung yang menuntut , kemerdekaan bagi semua i bangsa-bangsa Asia-Afrika masih menyisakan utang selama enam dasawarsa.

Kita dan dunia masih berutang kepada rakyat Palestina.Dunia tidak berdaya menyaksikan penderitaan rakyat Palestina yang hidup dalam ketakutan dan ketidakadilan akibat penjajahan yang berlangsung begitu lama.

Kita tidak boleh berpaling dari penderitaan rakyat Palestina, kita harus terus berjuang bersama mereka. Kita harus mendukung lahirnya sebuah negara Palestina yang merdeka.

Yang mulia pada hadirin sekalian, ketidakadilan global juga terasa ketika sekelompok dunia enggan mengakui realita dunia yang telah berubah. Pandangan yang mengatakan bahwa persoalan ekonomi dunia hanya bisa diselesaikan oleh Bank Dunia, IMF, dan ADB adalah pandangan yang usang yang perlu dibuang.

Saya berpendirian pengelolaan ekonomi dunia tidak bisa hanya diserahkan kepada ketiga lembaga keuangan internasional itu. Kita wajib membangun sebuah tatanan ekonomi baru yang terbuka bagi kekuatan-kekuatan ekonomi baru. Kita mendesak dilakukannya reformasi arsitektur keuangan global untuk hilangkan dominasi kelompok negara atas negara-negara lain.

Saat ini, dunia membutuhkan kepemimpinan global yang kolektif, yang dijalankan secara adil dan bertanggung jawab dan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi baru yang bangkit, sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di muka bumi, sebagai negara demokrasi terbesar ketiga dunia, siap memainkan peran global sebagai kekuatan positif bagi perdamaian dan kesejahteraan. Indonesia siap bekerja sama dengan semua pihak untuk wujudkan cita-cita mulia itu.

Yang mulia para hadirin sekalian, hari ini dan esok kita berkumpul di Jakarta untuk menjawab tantangan ketidakadilan dan ketidakseimbangan itu. Hari ini dan esok, rakyat kita menanti jawaban terhadap persoalan-persoalan yang mereka hadapi.

Hari ini dan hari esok, dunia menanti langkah-langkah kita dalam membawa bangsa-bangsa Asia-Afrika berdiri sejajar sama tinggi dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Kita bisa melakukan itu semua dengan membumikan semangat Bandung dengan mengacu pada tiga cita-cita yang diperjuangkan para pendahulu kita 60 tahun lalu.

Pertama, kesejahteraan.Kita harus pererat kerja sama untuk hapuskan kemiskinan, meningkatkan pendidikan dan layanan kesehatan, mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan memperluas lapangan kerja.

Kedua, solidaritas. Kita harus tumbuh bersama dan meningkatkan perdagangan investasi di antara kita dengan membangun kerja sama ekonomi antara kawas an Asia-Afrika dengan saling membantu dalam konektivitas yang menghubungkan pelabuhan-pelabuhan kita, bandara-bandara kita, dan jalan-jalan kita. Indonesia akan bekerja menjadi jembatan maritim yang meng hubungkan kedua benua.

Ketiga, stabilitas internal dan eksternal dan penghargaan pada HAM. Kita harus bertanya apa yang salah dengan kita sehingga banyak negara Asia-Afrika dilanda berbagai konflik internal dan eksternal yang menghambat pembangunan.

Kita harus bekerja sama menghadapi ancaman kekerasan, pertikian dan radikalisme seperti IS. Kita harus melindungi hak-hak rakyat kita.

Kita harus menyatakan perang pada narkoba yang menghancurkan masa depan anak-anak kita.

Kita harus menyelesaikan berbagai pertikaian baik dalam negeri atau antarnegara secara damai. Oleh karenanya, Indonesia memprakarsai pertemuan informal negara negara Organisasi Kerja Sama Islam untuk mencari penyelesaian berbagai konflik yang kini melanda dunia Islam.

Kita juga harus bekerja keras menciptakan stabilitas dan keamanan yang jadi prasyarat pembangunan bangsa.

Kita juga harus pastikan samudra kita, laut kita, aman bagi lalu lintas perdagangan dunia. Kita menuntut agar sengketa antarnegara tidak diselesaikan dengan penggunaan kekerasan. Ini tugas dan tantangan di hadapan kita yang harus kita rumuskan dalam siding KAA ini.

Melalui forum ini, saya ingin menyampaikan keyakinan saya bahwa masa depan dunia ada di sekitar ekuator. Di tangan kita. Bangsa-bangsa Asia-Afrika yang ada di dua benua.“ (I-3) “Dunia menanti langkah-langkah kita dalam membawa bangsa-bangsa Asia Afrika berdiri sejajar sama tinggi dengan bangsa-bangsa lain di dunia.“

MI/23/04/2015/Halaman 9  www.mediaindonesia.com .

MEDIA CENTER DIDESAIN BERKELAS DUNIA

PERHELATAN peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) diliput ribuan wartawan dari seluruh dunia. Guna mendukung peliputan acara internasional tersebut, Media Center KAA dilengkapi dengan fasilitas pendukung yang dibutuhkan para pewarta.

Media Center KAA bertempat di Exhibition Hall B, Jakarta Convention Center (JCC), seluas 5.850 meter persegi sehingga mampu menampung 1.000 lebih wartawan. Fasilitas di media center itu dapat digunakan mulai pukul 07.30 WIB hingga pukul 21.00 setiap hari.

Untuk mendukung kebutuhan akses internet, terdapat 250 all in one computer beserta LAN wi-fi yang terhubung dengan internet berkecepatan 2 Gbps sehingga wartawan lokal dan asing bisa langsung mengunggah berita tanpa terkendala. 

Selain itu, terdapat ruang konferensi pers berkapasitas 150 orang dan dining area untuk 500 orang. Standar itu disesuaikan dengan acara internasional lainnya seperti APEC.

“Sesuai dengan standar internasional, untuk 1.313 wartawan. Kami juga sediakan runner pegawai untuk keperluan wartawan.Lima mobil yang stand by untuk mengantar liputan jika dibutuhkan dan fasilitas kesehatan,“ ujar Kepala Informasi dan Humas Kemenkominfo Ismail Cawindu kepada Media Indonesia, kemarin.

Kemenkominfo juga menyediakan TV LED berukuran 4 x 8 meter yang menayangkan live streaming perhelatan KAA. Disediakan juga dua ministudio dan fasilitas penunjang lainnya seperti broadcast quality audio video coverage, international broadcast center, broadcaster lounge, host broadcaster & host photographer, media pool area, retail & exhibition area, dan telecommunication services area tempat wartawan dapat menggunakan telepon internasional gratis kapan pun, lalu media stand-up positions untuk camera. Bahkan terdapat juga ruang interviu empat mata.

“Ada broadcasting service sehingga wartawan tidak perlu ke lapangan, cukup mengambil gambar dalam bentuk screen shot,“ imbuhnya.(Ind/X-5)

MI/22/04/2015 Halaman 8  www.mediaindonesia.com





SAATNYA KAUM MUDA ASIA AFRIKA BERMITRA


KEMAJUAN suatu bangsa ber gantung pada kualitas para pemudanya. Merekalah yang akan menjadi generasi penerus bangsa. Pernyataan itu berlaku bagi semua negara, termasuk yang berada di kawasan Asia dan Afrika.

Apalagi, lebih dari setengah populasi di kedua kawasan itu ialah pemuda. Potensi yang dimiliki itu bisa dioptimalkan jika dikelola dengan baik. Sayangnya, ketimpangan terhadap akses peningkatan kualitas, khususnya pendidikan dan kesehatan, telah menghambat pemanfaatan potensi yang ada. Masalah tersebut bisa ditanggulangi jika tiap-tiap negara di kedua kawasan itu bekerja sama, termasuk juga kaum muda mereka.

Pemahaman itu juga yang mendasari kegiatan New Asia Afrika Youth Conference Plus 2015 atau Konferensi Pemuda Asia Afrika Plus 2015 di Bandung, Jawa Barat, pada 20-22 April 2015. Penggunaan kata plus disebabkan partisipan yang hadir dalam acara itu tidak hanya berasal dari kawasan Asia dan Afrika, tetapi juga berasal dari Eropa, Amerika Serikat, dan Australia.

Ketua Panita New Asia Afrika Youth Conference Plus 2015, Sarief Saepullah, menjelaskan 43 negara dipastikan akan berpartisipasi dalam acara tersebut.Konferensi akan dihelat di beberapa titik, yakni Kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Hotel Savoy Homann, dan Gedung Merdeka.

“Selain perwakilan pemuda, akan hadir juga ratusan perwakilan organisasi kepemudaan dan badan eksekutif mahasiswa se-Indonesia,'' kata Sarief yang juga Ketua Dewan Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung, dalam keterangan resminya.

Gagasan besar

Saat membuka konferensi di Kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung, kemarin, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, menyerukan agar pertemuan itu mampu merumuskan gagasan-gagasan besar. Jika itu terwujud, bukan tidak mungkin konferensi pemuda tersebut akan melahirkan para tokoh dan pemimpin baru dalam beberapa tahun ke depan.

New Asia Afrika Youth Conference Plus 2015, kata Menpora, juga harus memberikan rekomendasi konkret tentang persoalan-persoalan nasional, regional, dan internasional. “Pemuda Asia dan Afrika mampu memberikan kontribusi dan sudah saatnya menjadi pionir dalam tatanan dunia internasional,'' ujarnya.

Secara khusus, Menpora juga menyoroti bahaya krisis moral dan penyalahgunaan narkoba yang menghinggapi pemuda di berbagai belahan dunia, termasuk Indone sia. `'Karena narkoba semakin merajalela, Presiden Jokowi pun dengan tegas tidak akan memberi ampun dalam pemberian hukuman mati bagi penjahat narkoba.Negara-negara lain harus memahami kondisi itu,'' tutur Menpora.

Pandangan senada dikemukakan oleh President Organizing Islamic Comitee Youth Indonesia, Taufiq Lubis. Ia berharap, para pemuda se-Asia dan Afrika dapat mendeklarasikan sebuah wadah yang mempersatukan mereka. `'Konferensi itu tidak boleh sekadar seremonial. Kita perlu mewujudkan organisasi yang establish untuk menindaklanjuti gagasan-gagasan dan rekomendasi yang ada,'' jelasnya.

Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora, Yuni Poerwanti, menjelaskan konferensi akbar pemuda se-Asia dan Afrika itu akan membahas berbagai isu.`'Seperti kepemimpinan pemuda dalam tantangan global, meningkatkan kemampuan entrepreneurship, dan mencari solusi atas pelbagai masalah yang dihadapi dunia,'' jelas Yuni.

Dikutip dari laman theguardian.com, Penasihat Ekonomi United Nation Population Fund (UNFPA), Michael Herrmann, menyatakan problem terbesar yang dihadapi pemuda saat ini ialah ketiadaan akses pendidikan sehingga mereka tidak memiliki keahlian.

Kalaupun mereka teredukasi, ketersediaan lapangan pekerjaan yang tidak memadai membuat tingkat pengangguran di kalangan muda meningkat signifikan. Hal itu banyak terjadi di negara-negara kawasan Asia dan Afrika.(Din/Yan/S-25)

MI/22/04/2015/Halaman 9 www.mediaindonesia.com